
Bila Anda mengajar, perhatikan betul lama waktu bicara Anda. Bicaralah, terangkanlah materi pelajaran sesuka Anda. Tapi ingat, waktu Anda terbatas. Lima menit saja untuk Anda. Lebih dari itu, Anda tak ubahnya sedang bicara kepada patung.
Hemat energi Anda dengan sedikit bicara. Bila Anda mengikuti anjuran ini, secara tidak langsung Anda telah segaris dengan desain KTSP. Bila Anda mengamati, antara CBSA, KBK, dan KTSP sebenarnya memiliki satu benang merah yang wajib kita taati yaitu sedikit bicara (menerangkan). Ini adalah harga mati karena paradigma pendidikan sudah berubah. Perubahan paling mendasar adalah guru sedikit bicara dan siswa banyak action. Anda tidak perlu terlalu cemas dengan sistem ini, yang penting action-kan maka Anda dan siswa Anda akan meraih banyak manfaat.
Dengan mengurangi jatah bicara Anda, kelas Anda akan lebih hidup, siswa Anda menjadi lebih cerdas/kritis, materi Anda tersampaikan dengan efektif, dan efek sampingnya cadangan energi Anda lebih bisa dihemat. Bukankah itu yang Anda mau?
Dari kacamata ilmu komunikasi dan psikologi massa, duduk diam sambil mendengarkan orang bicara terlalu lama juga sangat membosankan. Apalagi topik yang dibicarakan tidak menarik plus disampaikan dengan gaya "memble". Lengkaplah sudah penderitaan siswa. Anda pernah jadi siswa, kan? Nah, begitulah rasanya.
Anda tidak perlu bingung dengan 2 X 45 menit jatah waktu mengajar Anda. Anda dapat melakukan berbagai hal untuk menghabiskan waktu tersebut, yang penting jangan korupsi waktu (ini dalam rangka menghalalkan gaji lho, he..he.. ). Berikut ilustrasi bagaimana teknik saya mengajar sehingga saya cukup bicara 5 menit saja dalam menyampaikan materi.

Ilustrasi di atas dapat Anda otak-atik dan saya juga sering mengotak-atiknya. Namun jatah menerangkan saya tetap sama yaitu tidak lebih dari 5 menit. Apakah siswa saya paham? Kenapa tidak, toh kekurangpahaman siswa diback-up saat sesi latihan dan penyelesaian soal.
Apapun mata pelajaran yang Anda ampu, Anda tetap tidak boleh bicara (menerangkan) lebih dari 5 menit. Buatlah prinsip bahwa Anda bukanlah satu-satunya sumber ilmu. Biarkan siswa Anda yang sibuk mencari dan bertanya yang ia tidak tahu. Asal jangan ditinggal untuk baca koran, ngopi di kantin, atau ngerumpi di kantor, sepakat kawan?
Tip ini hanya sekedar sharing saja, Anda boleh terapkan boleh juga tidak. Semua tip yang saya tuliskan bukan jiplakan, tapi hasil dari praktik langsung. Saya tidak akan membagikan tip yang tidak/belum pernah saya ujicoba keampuhannya.
salam action!