
Sekedar mengingatkan, sudahkah anda menjawab pertanyaan saya kemarin? Oke, jika sudah itu lebih baik daripada belum. Selanjutnya ada 4 Koridor yang harus anda masuki agar personal brand anda lebih kuat dan tahan banting. Anda boleh mulai dari koridor mana saja yang penting koridor itu nyaman dan mudah bagi anda. Namun jangan lupa, berusahalah masuk melalui koridor yang lain juga . Sekali lagi ini demi memperkuat posisi brand anda.
Tiga koridor ini saya khususkan bagi anda para pebisnis online. Karena saya yakin, anda sekarang berpacu dengan waktu dan rival anda untuk bisa menjadi yang terdepan. Saya dukung anda dan action anda dengan membuka tabir personal branding ini. Saya berharap yang sedikit ini dapat menyokong niat besar anda.
Mungkin anda menganggap remeh tulisan ini jika becermin pada personality saya. Saya bukanlah publik figur apalagi maestro bisnis. Itu tidak mengapa, dan saya akan legowo dengan persepsi anda. Saya sarankan segera akhiri bacaan anda sampai di sini. Terimakasih telah menyempatkan mampir.
Empat Inilah 4 Koridor Itu.
Sebelumnya terimakasih untuk anda yang masih sudi melanjutkan coretan ini.
Sama seperti anda, saya juga sedang berproses membranding diri. Dalam proses ini tentu saya tidak ingin terlalu banyak membuat error. Maksudnya, trial boleh tapi error-nya jangan. Berhari-hari saya berpikir tanpa ada literatur yang valid. Beberapa artikel personal branding yang berhasil dibidik lewat google pun kebanyakan berceloteh tentang apa itu personal branding. Dan tidak fokus pada yang saya butuhkan, yaitu grand design personal branding. Setelah mentok, apa boleh buat, pemikiran (analisa) pribadipun dilancarkan. Dan hasilnya adalah 4 koridor yang harus dimasuki untuk membangun personal brand. Apa sajakah 4 koridor itu?
Service (Pelayanan)
Berikan layanan yang prima kepada customer anda. Layanan prima dari anda memberikan efek yang luar biasa. Baik bagi personal brand, terlebih penjualan produk anda. Jika ingin membuktikan, cobalah sekali saja anda memberikan layanan yang buruk kepada customer. Misalnya, memperlambat pengiriman produk yang anda jual, dan rasakan akibatnya!
Layanan anda akan mampu mendongkrak personal brand anda. Walaupun ini mungkin sedikit membuat anda lelah dan stress. Karena anda akan selalu dihadapkan pada tuntutan ini dan itu. Bahkan mungkin di saat anda malas atau tidak standby ditempat sekalipun. Ingat, customer tidak mau tahu dengan posisi dan kondisi anda. Mereka telah berkorban uang dan harapan terbesarnya adalah imbal balik yang setara, baik produk maupun jasa.
Untuk meraih double effect maka layanan anda harus meliputi tiga hal, yaitu: sebelum, ketika, dan setelah terjadi penjualan.
Attitude (Sikap)
Hati-hati dengan sikap anda! Sepertinya koridor ini mudah dimasuki, namun percaya atau tidak banyak figur yang jatuh brand-nya karena lalai pada koridor ini. Nah, agar anda tidak mengalami nasib serupa maka cobalah masuk pada koridor ini dengan menjaga sikap anda.
Bagi pemula, anda mungkin masih bingung bagaimana harus bersikap sebagai pebisnis. Cara termudah dan legal adalah dengan menjadi plagiator. Maksudnya anda boleh mencontek sikap para pebisnis profesional sekelas Joko Susilo(Formula Bisnis), Purdi E. Chandra (Primagama Group), dan Puspo Wardoyo (Ayam Bakar Wong Solo). Baca biografinya, perhatikan bagaimana mereka bersikap, dan aplikasikan pada diri anda. Masing-masing figur tersebut mungkin berbeda karakter namun jika anda jeli anda akan menemukan satu benang merah yang mengikat kesamaan sikap mereka.
Intellegence (Kecerdasan)
Intellegence bisa memberi kontribusi yang luar biasa bagi anda. Intellegence ini secara radikal umumnya dilihat dari sederet gelar yang disandang. Anda boleh setuju atau tidak, misalnya anda membuat sebuah web/blog yang menjual jasa konsultan bisnis. Gelar anda berderet yang salah satunya adalah M.B.A from California University. Secara tidak langsung efek personal brand anda akan melesat, apalagi ditambahi foto anda berjas sedang tersenyum bangga sambil duduk di kursi jati mewah mengkilat.
Namun sekali lagi saya katakan bahwa itu adalah persepsi radikal. Anda boleh membantah dan membaliknya. Menurut saya itu sah-sah saja karena gelar bukanlah jaminan. Deretan gelar yang disandang seseorang tidak selalu mencerminkan kecerdasan penyandangnya. Banyak orang-orang yang cerdas namun kurang beruntung.Tetapi mereka bisa sukses luar biasa dalam membangun personal brand. Namun untuk itu dibutuhkan perjuangan ekstra yang selalu dibumbui keringat dan air mata. Masih ingat kan slogan beken khas anak muda saat ini: ”Siapa sih lho?”
Skill (Keahlian)
Anda yang kebetulan berintellegence standar bahkan gelar pun hilang di pegadaian masih ada koridor yang bisa melejitkan personal brand anda. Inilah koridor penting dan terbuka lebar bagi anda, yaitu skill. Milikilah skill bisnis jika ingin menjadi pebisnis handal. Atau milikilah skill-skill yang lain sesuai dengan tujuan personal brand anda. Yang jelas memiliki skill adalah harga mati atau koridor wajib yang harus anda lalui.
Anda pun tidak usah risau dengan kondisi sekarang yang minim skill. Mumpung masih dalam taraf membangun, maka skill dapat anda pelajari sambil jalan. Namun jangan dibuat lambat, karena semakin cepat anda menguasai skill, maka semakin cepat pula personal brand anda terbentuk.
Ketika anda sudah memiliki skill tertentu, maka jangan berpuas diri. Skill yang anda miliki harus selalu diupgrade setiap saat. Tindakan mengapgrade skill ini akan memberi poin plus bagi anda. Setidaknya ada dua poin yang bisa anda peroleh, yaitu: anda akan disebut sebagai pakar (spesialis) dan anda akan selangkah lebih maju dari para kompetitor anda.
Demikianlah kawan, 4 koridor yang dapat melejitkan personal brand anda. Sekali lagi ini adalah analisa saya pribadi, mudah-mudahan bermanfaat. Dan bagi anda yang masih ingin mengetahui bagaimana membangun personal brand melalui blog silakan simak Personal Branding part 3.
Salam Istimewa!