Tampilkan postingan dengan label Kesuksesan Hidup. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kesuksesan Hidup. Tampilkan semua postingan

Rabu, 28 November 2012

Empat Alasan Orang Lain Kaya, Anda Tidak...

Guest Post dari Syamsul Alam -- Pemilik Situs yang Rencananya Bakal Jadi Tempat Belajar Bisnis Online Gratis Terbaik se-Indonesia

Dalam perjalanan saya menjadi self entrepreneur online, mendirikan beberapa bisnis online saya sendiri, dan belajar tentang bisnis dan marketing, saya 'dipaksa' untuk melihat dan belajar dari banyak sekali orang sukses.

Ketika saya ikut kumpul-kumpul seminar, atau forum, atau komunitas para entrepreneur, saya perlahan-lahan belajar apa sih yang membedakan orang kaya dan orang yang miskin.

Pertanyaan-pertanyaan yang muncul dari rasa penasaran masa kecil mengenai kekayaan sedikit demi sedikit terjawab. Pertanyaan yang mungkin juga sering anda tanyakan ketika anda nganggur. Pertanyaan seperti:

Apa yang membuat seseorang lebih sering beruntung dan sukses dalam bisnisnya, sementara orang lain sering gagal dan gagal terus dalam bisnisnya -- entah itu bisnis online atau bisnis konvensional? Apa yang membuat orang kaya lebih kaya, sementara yang miskin menjadi lebih miskin?

Hm...

Dan saya tahu, sukses itu sangat relatif.

Ada orang yang bilang sukses itu ketika ia menjadi pebasket atau pesebakbola profesional. Ada yang bilang sukses itu ketika bisa sekolah tinggi hingga jadi profesor, ada yang bilang kalau sukses itu ketika kita bisa mendaki puncak gunung tertinggi, dan banyak lagi...

Tapi karena blog ini tentang bisnis, mari kita sepakati satu hal.

Kesuksesan adalah ketika kita secara FINANSIAL bisa melakukan APAPUN yang kita cintai, KAPANPUN, DIMANAPUN, dan dengan cara APAPUN -- tentunya yang masih sesuai norma.

Sukses bagi kita adalah ketika kita BEBAS mau mencium istri kita DIMANAPUN, entah itu di Paris, di puncak piramid Mesir, KAPANPUN entah itu minggu depan, bulan depan, besok lusa, dan dengan cara APAPUN seperti sambil naik helikopter, sambil diiringi ratusan bunga, sambil parade, dan lain-lain.

Tentu saja contoh di atas adalah contoh yang lebay. Tapi saya yakin anda mengerti maksud saya lah...

Balik ke topik, setelah saya habiskan kurang lebih 5 tahun membaca buku, mengikuti seminar, mendengarkan CD audio, menganalisis orang sukses yang benar-benar sukses, saya mendapati kesamaan. Saya mendapati beberapa karakteristik unik. Dan tiap orang sukses yang saya tahu punya karakteristik unik ini, yang membedakan dirinya dari orang rata-rata yang biasa-biasa saja...

Orang Rata-Rata Bekerja Keras untuk Orang Lain, Orang Sukses Bekerja Keras untuk Dirinya Sendiri

Faktanya adalah bahwa TIDAK ADA hubungan langsung antara kerja keras dan kesuksesan.

Pembantu, bekerja lebih keras daripada majikannya, tapi tidak lebih sukses secara finansial daripada majikannya. Buruh bisa jadi bekerja lebih keras daripada si pemilik perusahaan, tapi pemilik perusahaan lebih sukses secara finansial daripada semua buruhnya digabung jadi satu.Yang menjadi beda adalah adalah orang kaya bekerja keras untuk dirinya sendiri.

Contoh yang paling jelas adalah Chairul Tanjung. Di awal karirnya, dia bekerja kurang lebih 14 - 18 jam sehari untuk membesarkan bisnisnya sendiri. Membesarkan pabriknya sendiri. Dia berkenalan dengan banyak orang, mengerjakan amanah yang diembankan ke dia, belajar, untuk dirinya sendiri. Agar lebih banyak jaringannya, agar dirinya lebih dipercaya orang lain. Setelah beberapa puluh tahun, lihat dia sekarang seperti apa jadinya.

Anda tahu pemilik perusahaan Aqua? Saya lupa namanya -- saya ingat saya pernah tulis mengenai dia di blog saya, yang intinya adalah dia bekerja sangat keras menjual air dalam gelas pada orang-orang di stasion dan pekerja dari luar negeri. Dia ditertawakan, tentu saja. Buat apa beli air kalau di warung bisa dapat gratis setelah pesan makan? Anda tak bisa bayangkan betapa keras kerja yang dia lakukan untuk 'membudidayakan' minum dalam kemasan. Tapi lihat Aqua sekarang. Apa ada merek yang lebih kita ingat selain Aqua? Saya tak yakin ada....

Orang Rata-Rata Melihat Istana dan Kebebasan, kemudian Berharap untuk Memilikinya, Sementara Orang Kaya Melihat Hal yang Sama, dan Berusaha untuk Memilikinya.

Hampir semua manusia di dunia ini MENGIRA dan YAKIN bahwa mereka tidak akan pernah mungkin menjadi jutawan, memiliki Alphard atau Ferrari, atau memiliki rumah senilai 3 milyar di kota besar.

Pertanyaan saya adalah kenapa?

Jika anda tanya 3 orang, apa yang mereka inginkan, sebagian besar akan jawab "uang yang lebih banyak", "hidup yang lebih tidak susah", "rumah yang bagus", "mobil yang lebih besar", "gaji yang lebih besar", dan lain-lain. Orang-orang itu sudah jelas-jelas menginginkan kehidupan yang lebih baik, uang yang lebih banyak, jalan-jalan liburan ke luar negeri, menghabiskan waktu tiga bulan penuh santai dengan keluarga di pantai Klayar di Pacitan sambil minum degan dan menikmati sunset tanpa harus khawatir mengenai uang dan pekerjaan. Tapi, karena suatu alasan, mereka memutuskan bahwa menggapai apa yang mereka impikan bukanlah sesuatu yang mereka bisa.

Apa orang-orang ini gila?

Bayangkan jika di Indonesia ini tidak ada orang-orang yang percaya bahwa suatu hari nanti, Indonesia akan merdeka. Bayangkan jika di Indonesia ini, SEMUA orang berpikir bahwa mereka tidak bisa menggapai impian kemerdekaan? Yang terjadi adalah mungkin kita MASIH DIJAJAH hari ini. Orang-orang yang berjuang dan menjadi pahlawan dan memerdekakan bangsa ini hingga saat ini adalah orang yang sama dengan anda. Mereka memampukan diri mereka untuk meraih impian mereka.

Orang-orang kaya sama saja, ketika mereka memimpikan sesuatu, mereka berkata, "Yes, Mercedez Benz Class S itu akan jadi milik saya. Saya akan cari cara agar suatu saat saya bisa hadiahkan untuk orangtua atau istri saya jalan-jalan dengan mobil itu!"

Orang Rata-Rata Mengandalkan Pihak Lain untuk Menjamin Hidup Mereka, untuk Mendapatkan Gaji, Orang Sukses Mencari Cara dan Alternatif untuk Mendapatkan Uang, untuk Kemudian Bisa Menghasilkan Uang Kapanpun Mereka Mau

Hal ini benar-benar membuat saya tertegun, terkadang tidak percaya -- ada saja orang yang komplain mengenai pekerjaan, ada saja yang komplain, "Bos saya tidak punya cukup uang untuk menaikkan gaji saya", "perusahaan tidak mau menaikkan gaji saya", "kenapa tidak ada pekerjaan dengan gaji sekian juta", dan lain-lain. Kenapa harus menunggu pihak lain memutuskan sesuatu agar anda bisa mulai mendapatkan uang? Kenapa tidak membuat keputusan tersebut sendiri?

"Saya ingin uang sekian puluh juta tiga bulan dari sekarang, oleh karenanya saya akan belajar mengenai hal ini, sehingga saya bisa membuat hal ini dan bisnis ini, sehingga saya bisa dapat sekian puluh juta tiga bulan dari sekarang!" ~ Ini baru perkataan orang KAYA!

Orang Rata-Rata Berhutang untuk Membeli Hal-Hal yang Tidak Bisa Mereka Beli agar Mereka Terlihat Kaya, Sementara Orang Kaya Hanya Berhutang untuk Mengembangkan Bisnis Mereka Sehingga Dia Bisa Membeli Hal Bagus Tanpa Harus Utang.

Saya hidup di Surabaya. Mahasiswa di Universitas yang cukup terkenal di Jatim.

Anda tidak akan percaya betapa banyak teman saya yang 'memelas' uang pada orang tuanya agar bisa ke kampus dengan mobil bagus, yang menghabiskan ratusan ribu sehari untuk belanja di mall membeli baju bagus yang sedang trendi, yang menghabiskan waktu siang dengan makan di resto bagus atau menghabiskan puluhan ribu per 30 menit untuk beli rokok di warung agar bisa ngobrol dengan teman-temannya dan terlihat sosial.Dan orang yang sama adalah orang yang selalu nunggak ketika ditagih bayar pulsa.Orang-orang bodoh macam inilah yang membuang uang yang seharusnya bisa membuat mereka kaya.

Kenyataannya adalah mereka sengaja memperbudak diri mereka sendiri dengan kehidupan konsumtif, hutang terhadap hal-hal yang mereka miliki, semata-mata agar mereka punya alasan untuk tidak mengambil resiko dan mengejar impian mereka.

Dalam bisnis online, ini adalah contoh orang yang bisa beli baju tiap bulan. Habiskan ratusan ribu untuk beli rokok tiap bulan. Habiskan ratusan ribu untuk makan dan minum di kafe, tapi selalu tidak punya uang untuk membeli domain, membeli hosting, dan berbagai keperluan lain untuk bisnisnya sendiri.

Anda tahu Mark Zuckerberg? Bocah yang punya Facebook. Pernah lihat acara interview mengenai dirinya? Lihat dia, andai uangnya digabung jadi satu mungkin bisa untuk beli separuh pulau di Indonesia. Tapi tahukah Anda, dia tak pakai jam tangan mahal, datang interview dengan sandal Adidas, t-shirt coklat simpel, dan jaket murah.

Pernah pergi ke mall jam dua siang waktu makan siang? Anda akan temukan banyak laki-laki dengan jam tangan bagus, sepatu bagus, t-shirt Polo, tapi kebanyakan adalah mahasiswa miskin, atau karyawan dengan gaji yang tidak besar-besar banget yang mencoba untuk menarik perhatian cewek cantik di mall.

Pertanyaannya, apakah anda menghabiskan uang untuk TERLIHAT sukses, atau apakah anda menghabiskan uang agar BENAR-BENAR sukses?

Seribu Tiga Ratus Kata Kemudian...

Dan hei, saya sebenarnya masih punya beberapa karakteristik orang kaya. Tapi artikel ini sudah menjadi amat panjang dan saya tak ingin menghabiskan lebih banyak waktu anda.

Jika anda suka artikel ini, atau anda suka cara saya menulis yang saya pikir, besar kemungkinan anda suka saya.

Jika demikian adanya, anda bisa kenal lebih banyak dengan saya di situs saya yang baru, situs yang dalam waktu dekat akan saya buat sebagai situs tempat belajar bisnis online gratis terlengkap dan terbaik di Indonesia. Kunjungi: http://www.syamsulalam.net/

Rabu, 26 Januari 2011

BISNIS: Terlalu Percaya, Hati-Hati Kena Batunya

Kepercayaan termasuk faktor yang sangat penting dalam suatu bisnis. Lebih-lebih dalam bisnis online yang minim kontak fisik antara penjual dan pembeli. Tidak mengherankan jika sebagian pelaku bisnis menjaga kuat-kuat kredibilitasnya dengan mencitrakan diri sebagai orang yang bisa dipercaya dan tidak mengingkari kepercayaan yang diberikan. Namun, sebagian yang lain masih saja mencoba-coba bermain api untuk mengabaikan faktor kepercayaan ini. Padahal, sekali saja kepercayaan itu hilang alamat kredibilitas sebagai pebisnis yang akan dipertaruhkan.

Kali ini, saya tidak akan membahas tentang kepercayaan dalam bisnis online karena selama enam bulan terakhir ini saya sedang vakum dari kegiatan tersebut. Walaupun demikian kegiatan bisnis offline dibidang penjualan pulsa elektrik masih tetap eksis hingga sekarang. Dan kali ini saya akan bercerita tentang bagaimana kepercayaan itu penting bagi kelangsungan suatu bisnis. Kebetulan bisnis yang saya jalani sedikit banyak juga berhubungan dengan faktor kepercayaan. Bagaimana saya harus ditinggalkan member karena telat mengirim deposit dan bagaimana saya harus kehilangan aset/modal karena terlalu percaya dengan member. Jadi, simak baik baik ya! mudah-mudahan ini tidak terjadi pada bisnis Anda.

Begini Kisahnya ...

 
Walaupun sebagian besar member saya direkrut secara online karena tersebar seantero negeri ini (hehe..). Tapi saya juga tetap merekrut member secara offline artinya mereka memang langsung kontak fisik dengan saya. Serah terima uang, komplain, dan membicarakan kesulitan-kesulitan dalam menjalani bisnis secara langsung. Member offline saya otomatis adalah kerabat atau kawan-kawan yang bertempat tinggal di sekitar rumah saya. Tapi mereka sudah saya bagi sedemikian rupa sehingga satu wilayah hanya ada satu member agar tidak terjadi sesuatu yang tidak menyenangkan di kemudian hari.

Dalam hal deposit ada sebagian member yang membayar cas dan langsung saya kirim deposit sesuai permintaan, namun ada juga yang membayar deposit di belakang setelah uang dari para pembeli pulsa terkumpul. Artinya saya seratus persen memodali member tersebut untuk menjalankan bisnis pulsanya.

Karena terlalu percaya pada sang member akhirnya saya pun kena batunya. Deposit-deposit yang saya trasfer dan sudah terjual disetor dalam kondisi berkurang dengan alasan pembelinya belum bayar alias hutang. Lama kelamaan deposit deposit tersebut tidak ada yang pernah kembali lagi beserta lenyapnya member tersebut. Hal tersebut terjadi berkali-kali dengan member yang berbeda-beda. Jutaan rupiah pun hilang entah kemana. Hal tersebut saya anggap kecelakaan kecil saja dan tidak terlalu saya risaukan karena memang tidak terlalu mengganggu roda bisnis yang saya jalankan. Segala keuntungan bisnis saya putar kembali dalam bentuk penambahan aset. Jadi, peristiwa tersebut belum mempengaruhi perekonomian pribadi/keluarga. Saya hanya mengambil hikmah dari kejadian-kejadian tersebut bahwa bisnis itu memang sarat dengan resiko sebagaimana diceritakan oleh para pebisnis senior. Karena bisnis ini masih dalam skala kecil mungkin belum begitu berpengaruh, bagaimana dengan bisnis yang memang skalanya besar tentu kerugiannya pun bisa lebih banyak. Tapi sebagai pebisnis saya harus kuat mental untuk menghadapi semua kenyataan yang ada baik menguntungkan ataupun merugikan.

Sebagaimana saya kemukakan sebelumnya, pernah juga saya ditinggalkan member karena dia tidak percaya lagi dengan saya. Ceritanya sang member tersebut telah setor dana untuk pengisian deposit. Dan saya menjanjikan keesokan harinya karena memang tempat tinggal saya dengan kantor pos (bank muamalat) lumayan jauh. Kebetulan cadangan deposit yang saya miliki juga sedang menipis sehingga tidak bisa ditransferkan kepada dia. Keesokan harinya diluar duagaan bank sedang error sehingga tidak bisa transfer. Saya pun memberitahukan perihal tersebut kepada member saya dan menjanjikan akan segera ditransfer kalau bank sudah online. Ternyata tiga hari kemudian bank baru online dan sayapun segera menyelesaikan proses transfer deposit. Celakanya deposit yang saya transfer kepada member tersebut tidak sesuai dengan jumlah uang yang dia setor alias lebih kecil nominalnya. Hal tersebut terjadi karena memang saya lupa dan ceroboh. Otomatis sang member pun komplain dan memberitahukan kalau jumlah deposit yang saya kirim kurang. Saya pun minta maaf dan langsung mengirimkan kekurangannya. Namun ternyata itulah terakhir kali dia setor uang deposit dan sejak saat itu tidak pernah menghubungi saya lagi. Padahal dia adalah salah satu member saya yang aktif dan rutin mengisi deposit. Saya pun memahami kalau saya memang salah dalam hal ini.

Sebelum mengakhiri tulisan ini saya kembali mempertegas apa yang saya sampaikan di muka bahwa setiap bisnis selalu membawa resiko jadi sejak awal memang harus siap mental untuk menghadapinya, dan jangan pernah mundur sebelum kesuksesan menghampiri bisnis Anda. Salam Sukses!


Salam Istimewa! 




Minggu, 08 Februari 2009

Tips Paling Ampuh Mendongkrak Income Anda Hingga 700%


Jangan terkejut kawan dengan tips yang satu ini. Ini adalah informasi yang benar, nyata, dan sudah banyak yang membuktikannya. Ya, Inilah tips paling ampuh yang sanggup menggenjot income Anda hingga 700%. Tips ini sangat populer dan saya yakin anda pun sudah mengetahui sebelumnya. Namun sayang, mungkin ada di antara anda yang masih menyangsikan keampuhan tips ini. Jangan salahkan siapa-siapa jika income anda hingga detik ini masih begitu-begitu saja. Salahkan diri anda sendiri, yang tidak mengikuti anjuran dalam tips ini. Atau anda akan menyangkal dan berdalih dengan seribu alasan untuk mematahkan tips ini. Hahaha...silakan! silakan saja anda bergerak membangun kerajaan bisnis anda hingga anda bisa membeli pesawat pribadi bahkan membeli pulau sekalipun dari hasil bisnis anda. Dan perkenankan saya menjadi penonton kebangkrutan anda pada babak selanjutnya.

Pada mulanya, saya sama dengan anda. Masih meragukan tips ini. Dan berpikir primitif bahwa jika tips ini saya praktikkan alamat bisa bangkrut bisnis saya. Income saya bisa defisit gara-gara meyakini keampuhan tips ini. Hmmm...itu dulu, saat saya masih kurang ilmu tentang tips ini. Namun kini saya yakin 100% bahkan 1000% tips ini akan membuat income saya berlipat ganda. Karena rumusannya jelas, dasarnya jelas, saya sendiri sudah membuktikannya, dan banyak contoh yang bisa semakin membuka mata dan hati saya untuk terus dan terus menggunakan tips ini. Anda ingin tahu apakah tips yang akan saya bagikan?

STOP!!Sebelum anda mengeklik continue reading di bawah paragraf ini, sekali lagi saya ingatkan bahwa tips ini tidaklah terlalu istimewa bagi anda. Jika anda termasuk pebisnis sibuk yang selalu dikejar waktu maka silakan saja tidak mengekliknya. Dan klik-lah lain waktu saja disaat anda betul-betul membutuhkan pada hal-hal yang paling remeh sekalipun.

Tips Itu Bernama ”SEDEKAH”
Sebagaimana sudah saya sampaikan pada paragraf sebelumnya bahwa ini adalah tips yang mungkin tidak asing lagi di telinga anda. Sering anda mendengarkan anjuran sedekah ini di masjid-masjid, gereja, vihara, kelenteng, dan tempat ibadah lain dengan berbagai versi penyebutan. Namun maksudnya adalah sama yaitu agar anda bisa berbagi sedikit harta anda kepada sesama. Namun, sudahkan anda hari ini atau minggu ini melakukannya?

Dalam Islam, terukir jelas pada mushaf Al-qur’an Surat Al-Baqarah ayat 261 tentang pelipatgandaan harta yang anda sedekahkah. Berikut petikannya:

Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang dia kehendaki. Dan Allah Maha luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.(Q.S.Al-Baqarah:261)

Tidak tanggung-tanggung, pelipatgandaan itu hingga mencapai 700 kali lipat. Jadi misalnya anda bersedekah Rp 1.000,- saja maka berikutnya anda akan memperoleh income paling tidak Rp 700.000,- wow fantastis bukan? Itulah perhitungan matematis buatan Allah SWT yang telah dipublikasikan secara luas kepada seluruh umat manusia.

Oke, kali ini saya akan memberi contoh dalam konteks bisnis riil. Bagaimana perhitungan matematis itu bukanlah sekedar hypo. Dan kali ini anda boleh terkejut karena perhitungan matematis itu ternyata sungguh-sungguh memberi hasil yang fantastis jika dilakukan dengan keyakinan penuh. Perkenalkan sosok pebisnis berikut ini, namanya adalah Johan Yan. Beliau adalah Presiden Direktur PT.Total Quality Management Indonesia. Yaitu perusahaan yang bergerak dalam bidang pengembangan SDM. Garapannya adalah memberi motivasi-motivasi kepada karyawan di perusahaan-perusahaan yang menjadi kliennya. Saya mengenalnya pada saat mengikuti training Managemen Sekolah yang diikuti oleh Kepala Sekolah dan Wakil Kepala Sekolah se Jawa Timur di Kota Batu Malang tahun 2008 yang diselenggarakan oleh Diknas Provinsi Jawa Timur. Kebetulan saat itu salah satu trainernya adalah Bapak Johan Yan tersebut.

Tahukah Anda kawan berapa omzet perusahannya kala itu (2008)? Omzetnya adalah 2 milyar lebih perbulan dan saya yakin sekarang sudah melebihi angka itu. Dan tahukah anda berapa modal awal ia membangun bisnisnya? Modalnya adalah 5 juta saja pada sekitar tahun 2003. Cukup lima tahun baginya untuk menghasilkan omzet sebesar itu per bulan. Apakah rahasianya? Beliau mengatakan bahwa rahasianya adalah SEDEKAH. Saya masih ingat beliau mengutip ayat Al-qur’an di atas sebagai dasar, padahal beliau sendiri bukan muslim. SEDEKAH baginya bukan lagi kewajiban namun sudah menjadi kebutuhan. Ia sangat butuh bersedekah tiap bulan sebanding rasa butuhnya terhadap omzet yang sedemikian besar.

Tangan di Atas Lebih Terhormat Daripada Tangan di Bawah
Sebagaimana kisah Joko Susilo yang diuraikan dalam SMUO, Johan Yan juga berangkat dari keadaan yang sangat sulit sekali. Pada suatu malam ia mengalami kejadian yang sungguh membuatnya kalut. Anak pertamanya sakit keras dan merengek-rengek minta susu. Kebetulan hari itu ia tidak punya uang sepeserpun dan sang anak tidak doyan susu ibunya. Sebagai orang tua, tentu ia sangat panik. Tapi dengan apa ia bisa memperoleh susu untuk anaknya. Tidak ada sanak saudara yang bisa dipinjami uang. Ia juga memegang prinsip tidak akan pernah meminta seumur hidupnya walaupun kepada kerabatnya sendiri. Baginya tangan di atas adalah lebih terhormat daripada tangan di bawah. Justru ia akan senang untuk memberi kepada sesama yang membutuhkan. Lalu ia teringat masih menyimpan sebotol madu di rumahnya. Dengan membawa sebotol madu itulah ia mengelilingi komplek kampungnya untuk ditawarkan kepada tetanga-tetangganya. Setelah berusaha kesana-kemari syukurlah ada yang masih berbelas hati membeli madunya itu. Dengan sekian rupiah uang yang ia peroleh dari penjualan madu itu ia berlari ke toko untuk membeli susu. Dan pulanglah ia dengan nafas lega sambil membawa sekaleng susu. Bermula dari kisah pahitnya itulah, ia semakin membulatkan tekad untuk menjadi orang yang bisa memberi yaitu orang yang bermental tangan di atas lebih baik daripada tangan di bawah.

Kisah Pribadi Seputar ”SEDEKAH”
Maaf kawan, bukan bermaksud takabur (audzubillahimisasyaithanirrajim), perkenankan saya juga berbagi kisah. Saya sendiri sudah membiasakan bersedekah sejak tahun 2002, yaitu sejak awal mula saya kuliah. Kebetulan tekad saya semasa kuliah adalah bisa disambi bekerja agar tidak terlalu membebani orang tua. Saya pun bernazar jika saya diterima kerja maka saya berjanji akan bersedekah setiap bulan dari gaji saya. Dan alhamdulillah saya diterima bekerja di sebuah restoran dengan gaji sekitar Rp 500.000,- (UMR). Sedekah pun saya salurkan melalui sebuah lembaga sosial yang terbukti kredibel. Tiap bulan ada petugas yang datang ke restoran untuk mengambil sedekah saya. Dan efek dari sedekah itu sungguh luar biasa dalam hidup saya. Tidak pernah merasa kekurangan uang, bisa membeli seperangkat komputer, membiayai kuliah, kebutuhan hidup, dan lain sebagainya. Karir di pekerjaan pun cemerlang begitupula Indeks Prestasi Kumulatif saat wisuda pun memuaskan. Alhamdulillah, walaupun disambi kerja yang menguras waktu dan tenaga saya masih bisa meraih predikat Cumlaude dengan IPK 3,75.

Untuk meraih keberhasilan yang sangat spektakuler dalam sejarah hidup saya mungkin masih belum. Namun saya yakin keberhasilan-keberhasilan kecil, kebetulan-kebetulan kecil, keberuntungan-keberuntungan kecil yang sudah saya raih selama ini menjadi serpihan-serpihan puzzle yang akan saya rangkai menjadi bentuk yang sempurna berupa kesuksesan hidup kelak. Dan SEDEKAH akan tetap menjadi jurus utama disamping ACTION dan DOA.

Pesan saya, BERSEDEKAHLAH SEKARANG JUGA, dan lihat apa yang terjadi!


Salam Istimewa!