Tampilkan postingan dengan label Sedekah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sedekah. Tampilkan semua postingan

Kamis, 12 Februari 2009

Royal Dalam Urusan Sedekah, Pelit Dalam Urusan Bisnis

Artikel ini masih ada ada hubungannya dengan artikel sebelumnya. Pada artikel sebelumnya, saya menganjurkan Anda untuk mengefektifkan mesin pendongkrak bisnis Anda yang terbukti sangat ampuh, yaitu sedekah. Anda dapat menyimak beberapa bukti dari kawan-kawan bisnis saya, selain itu juga dapat membaca komentar-komentar dari pengunjung yang hampir semuanya punya kisah masing-masing seputar sedekah. Saya rasa itu sudah lebih dari cukup bagi Anda untuk segera memulai bersedekah jika belum, dan konsisten bersedekah jika sudah.

Kali ini, saya akan memberikan satu tips lagi berkaitan dengan urusan bisnis. Tips Ini bukan pendongkrak bisnis Anda sebagaimana sedekah, melainkan mengunci sistem bisnis Anda agar tetap aman dan stabil. Kalaupun toh nanti ternyata bisnis Anda justru ikut terdongkrak juga, anggap saja itu sebagai efek positif. Dan terimalah itu sebagai berkah bagi Anda. Tapi saya lebih yakin kalau terdongkraknya bisnis Anda itu bukan karena tips ini tetapi lewat sedekah yang sudah Anda keluarkan.

Oke, sepertinya tidak perlu bertele-tele lagi segera klik continue reading di bawah ini!

Royal dalam Urusan Sedekah
Saya tertarik dengan komentar Mas Ferdian Adi pada artikel sebelumnya. Tertegun saya membacanya, walaupun itu bukan pengalaman pribadi tapi nilai edukasinya sangat dalam. Dan saya sepakat bahwa dalam urusan sedekah Anda jangan terlalu pelit, dan tidak usah memperhitungkannya. Semakin banyak Anda bersedekah itu semakin baik bagi Anda.

Contoh memperhitungkan sedekah itu misalnya begini:

Hari ini Anda berniat akan berinfak di kotak amal yang ada di masjid-masjid. Uang yang akan Anda infakkan sebesar Rp 10.000,- . Karena mungkin tidak terbiasa, muncul pikiran pelitnya. Wah, kok sepertinya kebanyakan deh sepuluh ribu. Lima ribu saja kan cukup, jadi yang lima ribu bisa untuk ngenet di wartel nanti sore, lumayan kan.
Ingat, pikiran ini akan selalu muncul jika Anda tidak terbiasa bersedekah. Apalagi Anda yang biasa berbisnis. Uang Rp 10.000,- tentu sangat berarti bagi Anda. Pesan saya, mulailah sedekah dengan nominal kecil dulu. Setelah yakin pikiran-pikiran pelitnya hilang, barulah menambah nilai nominal sedekah Anda dengan yang lebih besar. Yang perlu Anda tahu bahwa sedekah itu yang penting justru pada kadar keikhlasannya. Nilai sedekah Anda akan memberi efek balik setelah Anda betul-betul ikhlas . Jadi bagi Anda yang sudah bersedekah tapi kok belum memberi efek balik, tolong lebih ikhlas lagi. Anda sudah tahu ikhlas bukan? Gampangnya seperti Anda (maaf) ”buang hajat”, pasti Anda betul-betul ikhlas melakukannya bahkan mungkin berangkatpun sambil berlari. Namun setelah selesai menunaikannya, saya yakin tidak ada satu orang pun dari Anda yang berkeinginan mengingat-ingat lagi apa yang sudah Anda keluarkan itu. Nah, usahakan seperti itu keikhlasan Anda dalam bersedekah.


Jadi, dalam urusan sedekah usahakan Anda berlaku royal. Jika Anda royal dalam sedekah, yakinlah Allah SWT juga akan royal mengalirkan kran rizki-Nya kepada Anda. Sebaliknya jika Anda pelit dalam urusan sedekah, bersiap-siaplah kran rizki Anda pun akan dikecilkan, bahkan disumbat oleh-Nya.

Pelit dalam Urusan Bisnis
Nah, ini kebalikan dari sedekah di atas. Kali ini saya sangat-sangat menganjurkan Anda berlaku pelit dalam urusan bisnis. Pada komentar-komentar saya di blog kawan-kawan juga sering saya katakan bahwa Bisnis Is Bisnis. Artinya apa? Jika Anda bertekad serius berbisnis, tidak ada nilai tawar bagi Anda selain harus berlaku pelit. Anda terkejut dengan statemen saya? ah...semoga Anda mengerti setelah membaca yang berikut:

Saya mengenal teknik pelit ini setelah membaca buku berjudul Membuka Toko karya Frans M.Royan. Anda bisa mendapatkan buku tersebut di toko-toko buku, kalau masih ada. Bukunya ukuran kecil dan harganya di bawah Rp 30.000,- namun ilmunya sungguh luar biasa. Mungkin sudah ada sepuluh kali saya membaca buku tersebut karena sangat kayanya ilmu bisnis yang terkandung di dalamnya. Termasuk tentang ilmu pelit ini.
Di dalam buku tersebut ada dua bab khusus yang berjudul Belajar Sukses dari Etnis Tionghoa (maaf tidak ada maksud rasialis). Anda tahu sendiri kan bagaimana trend bisnis etnis Tionghoa di Indonesia. Rata-rata menunjukkan sukses besar, dan rata-rata bermula dari toko keluarga. Kenapa mereka bisa sesukses itu? Di buku tersebut di uraikan tips-tipsnya dalam dua bab khusus, salah satunya adalah Meminta Kembalian Walaupun Cuma Satu Sen. Hah, satu sen aja diminta, uedan tenan! Maaf, yang ini gaya bicara orang kita yang sendiko dawuh saja ketika membeli sesuatu lalu kembaliannya dikasih permen.
Satu sen atau satu rupiah bagi pebisnis Tionghoa sangatlah berharga. Tapi percayakah Anda dari satu rupiah demi satu rupiah yang mereka kumpulkan justru mengamankan kondisi keuangannya. Sekali lagi jangan pernah berfikir mereka pelit, mereka hanya meletakkan mindset bisnis yang benar, yaitu Bisnis Is Bisnis.


Nah, strategi pelit itulah yang harus Anda tanamkan dalam mindset Anda ketika berbisnis. Saya pun juga demikian. Makanya, ketika Mas Agung Jatnika dalam artikel saya yang berjudul Bisnis Pulsa Ternyata Menguntungkan Lho!, menyindir kenapa Nyokap juga harus beli pulsa yang saya jual, saya sudah mengukur sejauh mana efektifitas beli itu bagi bisnis saya. Dan sudah saya jelaskan kepada Mama bahwa ini demi kelangsungan bisnis pulsa saya, dan beliau cukup mengerti itu. Sekedar mengulang jawaban kemarin, bahwa jangankan Mama, saya pun ketika butuh pulsa juga tetap dihitung pembelian, dan tetap melakukan pembayaran walaupun kas keuangan saya sendiri yang memegangnya.

Mengenai tata cara bisnis semacam ini juga saya pelajari dari bos saya dulu sewaktu masih bekerja di restoran. Ketika beliau atau anggota keluarganya makan di restorannya itu, selalu berlaku seperti pengunjung biasa. Setiap makanan yang ia pesan selalu dibayarnya di kasir. Pertama agak heran saya kenapa bisa begitu. Bukankah ini restoran milik dia, kenapa mesti membayar segala, bukankah bisa saja tinggal pesan makanan sepuasnya setelah kenyang langsung ngacir. Oh, setelah mengetahui rahasianya, saya baru tahu bahwa di bisnis pribadi pun kita tetap harus berhitung agar tidak terjadi masalah kas keuangan.

Jadi, jika Anda ingin bisnis Anda tetap langgeng dan cepat berkembang jangan pernah beri toleransi pada hal-hal yang bisa mengganggu kondisi keuangan bisnis Anda. Misalnya, menggunakan aset/modal untuk kepentingan sendiri yang tidak produktif, memberi toleransi terlalu lama terhadap hutang, tidak melakukan pembukuan secara rapi, dan lain sebagainya.

Oke, mudah-mudahan artikel ini dapat bermanfaat bagi Anda. Anda pun boleh berbeda pendapat dengan saya. Silakan saja tuangkan argumen Anda pada kolom komentar di bawah artikel ini. Terimakasih!

Salam Istimewa!






Minggu, 08 Februari 2009

Tips Paling Ampuh Mendongkrak Income Anda Hingga 700%


Jangan terkejut kawan dengan tips yang satu ini. Ini adalah informasi yang benar, nyata, dan sudah banyak yang membuktikannya. Ya, Inilah tips paling ampuh yang sanggup menggenjot income Anda hingga 700%. Tips ini sangat populer dan saya yakin anda pun sudah mengetahui sebelumnya. Namun sayang, mungkin ada di antara anda yang masih menyangsikan keampuhan tips ini. Jangan salahkan siapa-siapa jika income anda hingga detik ini masih begitu-begitu saja. Salahkan diri anda sendiri, yang tidak mengikuti anjuran dalam tips ini. Atau anda akan menyangkal dan berdalih dengan seribu alasan untuk mematahkan tips ini. Hahaha...silakan! silakan saja anda bergerak membangun kerajaan bisnis anda hingga anda bisa membeli pesawat pribadi bahkan membeli pulau sekalipun dari hasil bisnis anda. Dan perkenankan saya menjadi penonton kebangkrutan anda pada babak selanjutnya.

Pada mulanya, saya sama dengan anda. Masih meragukan tips ini. Dan berpikir primitif bahwa jika tips ini saya praktikkan alamat bisa bangkrut bisnis saya. Income saya bisa defisit gara-gara meyakini keampuhan tips ini. Hmmm...itu dulu, saat saya masih kurang ilmu tentang tips ini. Namun kini saya yakin 100% bahkan 1000% tips ini akan membuat income saya berlipat ganda. Karena rumusannya jelas, dasarnya jelas, saya sendiri sudah membuktikannya, dan banyak contoh yang bisa semakin membuka mata dan hati saya untuk terus dan terus menggunakan tips ini. Anda ingin tahu apakah tips yang akan saya bagikan?

STOP!!Sebelum anda mengeklik continue reading di bawah paragraf ini, sekali lagi saya ingatkan bahwa tips ini tidaklah terlalu istimewa bagi anda. Jika anda termasuk pebisnis sibuk yang selalu dikejar waktu maka silakan saja tidak mengekliknya. Dan klik-lah lain waktu saja disaat anda betul-betul membutuhkan pada hal-hal yang paling remeh sekalipun.

Tips Itu Bernama ”SEDEKAH”
Sebagaimana sudah saya sampaikan pada paragraf sebelumnya bahwa ini adalah tips yang mungkin tidak asing lagi di telinga anda. Sering anda mendengarkan anjuran sedekah ini di masjid-masjid, gereja, vihara, kelenteng, dan tempat ibadah lain dengan berbagai versi penyebutan. Namun maksudnya adalah sama yaitu agar anda bisa berbagi sedikit harta anda kepada sesama. Namun, sudahkan anda hari ini atau minggu ini melakukannya?

Dalam Islam, terukir jelas pada mushaf Al-qur’an Surat Al-Baqarah ayat 261 tentang pelipatgandaan harta yang anda sedekahkah. Berikut petikannya:

Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang dia kehendaki. Dan Allah Maha luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.(Q.S.Al-Baqarah:261)

Tidak tanggung-tanggung, pelipatgandaan itu hingga mencapai 700 kali lipat. Jadi misalnya anda bersedekah Rp 1.000,- saja maka berikutnya anda akan memperoleh income paling tidak Rp 700.000,- wow fantastis bukan? Itulah perhitungan matematis buatan Allah SWT yang telah dipublikasikan secara luas kepada seluruh umat manusia.

Oke, kali ini saya akan memberi contoh dalam konteks bisnis riil. Bagaimana perhitungan matematis itu bukanlah sekedar hypo. Dan kali ini anda boleh terkejut karena perhitungan matematis itu ternyata sungguh-sungguh memberi hasil yang fantastis jika dilakukan dengan keyakinan penuh. Perkenalkan sosok pebisnis berikut ini, namanya adalah Johan Yan. Beliau adalah Presiden Direktur PT.Total Quality Management Indonesia. Yaitu perusahaan yang bergerak dalam bidang pengembangan SDM. Garapannya adalah memberi motivasi-motivasi kepada karyawan di perusahaan-perusahaan yang menjadi kliennya. Saya mengenalnya pada saat mengikuti training Managemen Sekolah yang diikuti oleh Kepala Sekolah dan Wakil Kepala Sekolah se Jawa Timur di Kota Batu Malang tahun 2008 yang diselenggarakan oleh Diknas Provinsi Jawa Timur. Kebetulan saat itu salah satu trainernya adalah Bapak Johan Yan tersebut.

Tahukah Anda kawan berapa omzet perusahannya kala itu (2008)? Omzetnya adalah 2 milyar lebih perbulan dan saya yakin sekarang sudah melebihi angka itu. Dan tahukah anda berapa modal awal ia membangun bisnisnya? Modalnya adalah 5 juta saja pada sekitar tahun 2003. Cukup lima tahun baginya untuk menghasilkan omzet sebesar itu per bulan. Apakah rahasianya? Beliau mengatakan bahwa rahasianya adalah SEDEKAH. Saya masih ingat beliau mengutip ayat Al-qur’an di atas sebagai dasar, padahal beliau sendiri bukan muslim. SEDEKAH baginya bukan lagi kewajiban namun sudah menjadi kebutuhan. Ia sangat butuh bersedekah tiap bulan sebanding rasa butuhnya terhadap omzet yang sedemikian besar.

Tangan di Atas Lebih Terhormat Daripada Tangan di Bawah
Sebagaimana kisah Joko Susilo yang diuraikan dalam SMUO, Johan Yan juga berangkat dari keadaan yang sangat sulit sekali. Pada suatu malam ia mengalami kejadian yang sungguh membuatnya kalut. Anak pertamanya sakit keras dan merengek-rengek minta susu. Kebetulan hari itu ia tidak punya uang sepeserpun dan sang anak tidak doyan susu ibunya. Sebagai orang tua, tentu ia sangat panik. Tapi dengan apa ia bisa memperoleh susu untuk anaknya. Tidak ada sanak saudara yang bisa dipinjami uang. Ia juga memegang prinsip tidak akan pernah meminta seumur hidupnya walaupun kepada kerabatnya sendiri. Baginya tangan di atas adalah lebih terhormat daripada tangan di bawah. Justru ia akan senang untuk memberi kepada sesama yang membutuhkan. Lalu ia teringat masih menyimpan sebotol madu di rumahnya. Dengan membawa sebotol madu itulah ia mengelilingi komplek kampungnya untuk ditawarkan kepada tetanga-tetangganya. Setelah berusaha kesana-kemari syukurlah ada yang masih berbelas hati membeli madunya itu. Dengan sekian rupiah uang yang ia peroleh dari penjualan madu itu ia berlari ke toko untuk membeli susu. Dan pulanglah ia dengan nafas lega sambil membawa sekaleng susu. Bermula dari kisah pahitnya itulah, ia semakin membulatkan tekad untuk menjadi orang yang bisa memberi yaitu orang yang bermental tangan di atas lebih baik daripada tangan di bawah.

Kisah Pribadi Seputar ”SEDEKAH”
Maaf kawan, bukan bermaksud takabur (audzubillahimisasyaithanirrajim), perkenankan saya juga berbagi kisah. Saya sendiri sudah membiasakan bersedekah sejak tahun 2002, yaitu sejak awal mula saya kuliah. Kebetulan tekad saya semasa kuliah adalah bisa disambi bekerja agar tidak terlalu membebani orang tua. Saya pun bernazar jika saya diterima kerja maka saya berjanji akan bersedekah setiap bulan dari gaji saya. Dan alhamdulillah saya diterima bekerja di sebuah restoran dengan gaji sekitar Rp 500.000,- (UMR). Sedekah pun saya salurkan melalui sebuah lembaga sosial yang terbukti kredibel. Tiap bulan ada petugas yang datang ke restoran untuk mengambil sedekah saya. Dan efek dari sedekah itu sungguh luar biasa dalam hidup saya. Tidak pernah merasa kekurangan uang, bisa membeli seperangkat komputer, membiayai kuliah, kebutuhan hidup, dan lain sebagainya. Karir di pekerjaan pun cemerlang begitupula Indeks Prestasi Kumulatif saat wisuda pun memuaskan. Alhamdulillah, walaupun disambi kerja yang menguras waktu dan tenaga saya masih bisa meraih predikat Cumlaude dengan IPK 3,75.

Untuk meraih keberhasilan yang sangat spektakuler dalam sejarah hidup saya mungkin masih belum. Namun saya yakin keberhasilan-keberhasilan kecil, kebetulan-kebetulan kecil, keberuntungan-keberuntungan kecil yang sudah saya raih selama ini menjadi serpihan-serpihan puzzle yang akan saya rangkai menjadi bentuk yang sempurna berupa kesuksesan hidup kelak. Dan SEDEKAH akan tetap menjadi jurus utama disamping ACTION dan DOA.

Pesan saya, BERSEDEKAHLAH SEKARANG JUGA, dan lihat apa yang terjadi!


Salam Istimewa!