Umar Puja Kesuma, S.Pd.

Martapura - Sumatera Selatan


Pengelola adalah praktisi pendidikan yang bergelut dalam bidang pendidikan, administrasi sekolah, jurnalistik, sinematografi dan managemen informasi pendidikan. Sekaligus berkecimpung dalam bidang internet marketing .

Matahari tidak akan terbit dua kali untuk membangunkan anda. Segera bangkit sekarang juga dan langkahkan kaki anda menyongsong kesuksesan yang gilang gemilang.

email: umarpujakesuma@gmail.com

HP : 085758784892

YM: umar_pujakesuma

Facebook : Klik di sini

Blogger : Klik di sini

Yahoo : Klik di sini


CELOTEH BG



Silakan tinggalkan pesan instan anda di kotak komentar di atas


KAWAN BG

Apakah Anda Blogger Berkarakter?

Diposkan oleh Umar Puja Kesuma, S.Pd. 18 komentar

Pada sebuah kesempatan, Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Tifatul Sembiring berpesan agar blogger Indonesia mampu bersatu dan mengekspresikan hal apa pun dalam blog-nya dengan penuh tanggung jawab. Hal tersebut penting untuk memperkokoh karakter bangsa yang telah dibangun selama ini. "Kalau kita punya karakter, kita tidak akan mudah dipengaruhi oleh siapa pun," kata Tifatul.

Terlepas dari pernyataan Menkominfo di atas, pada sebagian blogger yang sedang getol-getolnya membangun brand, membentuk karakter sangatlah penting bahkan harus. Tergantung pada brand apa yang ingin dibuat, maka secara sistematis karakter itu pula yang akan ditampilkan/diciptakan. Karakter tersebutlah yang kemudian selalu menyertai sepak terjangnya di blogsphere.

Berikut adalah 5 karakter blogger yang saya rangkum dari berbagai sumber dan blogwalking. Silakan dicermati:


  1. Blogger Apatis
    Blogger dengan karakter ini biasanya melakukan rutinitas yang sama yaitu posting dan posting lagi. Artikel yang diposting pun biasanya senada berisi curahan hati (curhat) atau opini (pendapat). Blogger apatis menjadikan blog sebagai media pribadi. Jarang melakukan blogwalking dan tak pernah risau jika blognya tidak dikunjungi. Tidak pernah gelisah jika blognya tak ada komentar satupun. Blogger apatis tidak peduli dengan komunitas manapun. Yang dilakukannya adalah menulis dan posting.

  2. Blogger Oportunis
    Berbeda dengan blogger apatis yang tak peduli dengan sekitarnya, blogger oportunis sedapat mungkin menggunakan kesempatan yang ada. Blogger ini selalu haus untuk meningkatkan kemampuan blognya (optimasi) dan selalu mencoba sesuatu yang baru. Misalnya plugin baru, widget, theme, monetize, masuk beberapa komunitas bahkan terdaftar di beberapa penyedia layanan blog. Jangan heran blogger oportunis biasanya memiliki lebih dari satu blog.

  3. Blogger Selebritis
    Blogger Selebritis sangat rajin blogwalking untuk meninggalkan jejak dan berkomentar di setiap kunjungannya pada setiap blog. Meskipun komentarnya sekedar, “pertamaaaxxxx” (hehe...). Demikian juga blognya akan banyak memanen komentar, meskipun postinganya ala kadarnya. Itu disebabkan rajinnya blogger selebritis ini melakukan kunjungannya. Blognya dihiasi dengan aneka award dan warna warni hiasan blog hingga mengesankan glamour dan terkenal. Blogger selebritis memiliki banyak teman karena ada dibanyak komunitas blog. Pujian dan sanjungan pun sudah menjadi makanan sehari-hari. Begitu pula dengan foto kopdar-nya dengan blogger-blogger lain pun terpampang dengan penuh gaya.

  4. Blogger Kritis
    Blogger dengan karakter ini biasanya berisi opini dan pendapat yang bersifat oposisi. Blogger kritis tanggap merespon apa yang terjadi disekelilingnya baik kepada blogger lain, komunitas maupun lingkungan. Tidak serta-merta meng-iyakan konten blog orang lain. Ia lebih cenderung mencermati, menilai, mengukur, dan menakar konten blog orang lain. Jika tidak sesuai dengan pandangannya, maka blogger kritis ini akan membuat posting tandingan. Seringkali artikel dan opini yang diposting berlawanan dengan pendapat umum.

  5. Blogger Aktivis
    Blogger berkarakter ini rajin kopdar. Selalu tampil di depan dalam komunitasnya. Blogger aktivis menyukai social media yang mengumpulkan banyak anggota seperti facebook atau twitter. Rajin menggalang dukungan melalui blog atau social media lain untuk satu kepentingan tertentu. Blogger aktivis ini getol membangun dan menghidupkan komunitas blognya.

Demikian lima karakter blogger yang bisa saya tampilkan pada kesempatan ini. Karakter-kareakter di atas tidak bersifat baku karena saya yakin jumlah blogger yang sedemikian banyak tidak cukup jika hanya dikelompokkan ke dalam lima karakter saja. Untuk itu anda berkesempatan menambahi bila menemukan atau bahkan memiliki karakter-karakter lainnya.

Pun dengan blogger itu sendiri. Kecocokan ciri pada satu karakter tidak menutup kemungkinan ada kesamaan ciri juga pada karakter lainnya. Oleh karena itu, Ada kemungkinan Anda bisa saja memiliki dua bahkan lima karakter sekaligus. Sedangkan untuk blogger pemula akan cenderung berganti-ganti karakter tergantung kepentingan, situasi, dan kondisi. Hingga pada saatnya nanti akan mantap dengan satu karakter saja. That’s my style, That’s my brand.

Salam Istimewa!







Adu Argumen di Blog Nyaris Nihil

Diposkan oleh Umar Puja Kesuma, S.Pd. 36 komentar

Ada semacam patron/konvensi tak tertulis antarblogger untuk saling hormat menghormati, sayang menyayangi, tenggang rasa, serta saling toleransi. Patron tersebut menjadi semacam jalan penuntun untuk menjadi blogger sukses. Caranya adalah bermain di wilayah aman. Tidak banyak menimbulkan kontroversi walaupun sekedar adu argumentasi.

Anda boleh setuju atau tidak dengan argumen di atas, tapi begitulah realitanya. Sepanjang perjalanan nge-blog dan mengobrak-abrik jagad per-blog-an di negeri ini nyaris nihil adanya adu argumen antarblogger. Saya mengatakan “nyaris” untuk tidak menafikan bahwa memang masih ada blogger yang mencoba-coba berjalan di area panas tersebut. Namun perbandingannya sangat jauh dengan blogger yang hobi saling menyanjung, saling memuji, hobi mengobral kata yess man!, good!, great!, allright!, dan lain sebagainya.

Pertanyaannya kemudian, mengapa rata-rata blogger konsisten bermain di zona aman dan sebisa mungkin menghindari konflik? ada beberapa jawaban untuk itu:

1.Kritik Mengkritik Bukan Budaya Kita
Jujur atau tidak, budaya kritik mengkritik dalam hal yang positif sekalipun masih dianggap tabu di negeri ini. Anggapan semacam itu ternyata berlaku juga di jagad blogsphere. Kritik umumnya dianggap sebagai penyakit dan sumber masalah. Mengkritik adalah tindakan yang “saru” dan kontraproduktif. Orang yang hobi mengkritik bisa-bisa dimarginalkan dalam pergaulan dan secara bertubi-tubi akan diberondong dengan stempel negatif. Blogger yang iseng mengkritik masih malu-malu sehingga hanya menyentuh pada tataran aksesoris blog semata, belum merasuk pada substansi materi. Padahal, bila kritikan disikapi dengan positif dapat memicu perubahan besar dalam hidup yang bermuara pada kesuksesan. Mengenai pentingnya sebuah perubahan telah dikupas secara spesifik di blog kawan saya Muklis Purwanto. Sedangkan bagaimana contoh kritik yang merasuk pada materi silakan tengok kritikan saya di blog Mas Sumartono serta kritikan untuk tulisan Mas Agus di Blog Mashengky.


2.Sanjungan dan Pujian Lebih Merdu daripada Kritikan
Hmmm…siapa sih orang yang tidak suka dipuji apalagi disanjung? Sesuai dengan tujuh sifat dasar manusia yang pernah saya baca dari salah satu buku impor, setiap orang pada dasarnya senang dipuji dan disanjung. Kalaupun ada yang mengatakan tidak suka dipuji/disanjung, itu hanyalah kalimat verbal sebagai basa-basi pemanis mulut semata. Begitupula di blogsphere, tidak terlalu sulit menemukan pujian dan sanjungan yang bertebaran di kolom-kolom komentar. Apalagi di blog-blog sang master atau blog-blog bernafaskan tutorial. Pujian sudah menjadi santapan sehari-hari. Nikmat disantap dan merdu didengar, begitulah analoginya.

3.Demi Sebuah Tujuan Besar yaitu Branding
Sebagaimana pernah ditulis oleh Mas Arief Maulana, bahwa tujuan pembuatan blog salah satunya adalah untuk branding (maaf, link postingannya belum ketemu, hehe..). Tujuan inilah yang mayoritas menuntun setiap blogger untuk bermain di zona aman dan nyaman. Sebanyak mungkin menanam kata-kata positif (yess!, good!, great!, dll) di blog orang lain agar tercipta nuansa keakraban. Tendensi lanjutannya adalah agar penerima kata-kata positif tersebut merespon balik dengan stigma yang positif pula pada brand yang ia bawa. Namanya juga usaha, tidak ada yang salah dengan tindakan dan sikap tersebut. Namun, alangkah baiknya jika brand yang dibangun juga mengambil kritik sebagai bahan dasar. Dengan begitu, brand betul-betul kokoh jika sewaktu-waktu ada angin topan (kritik tajam) melanda. Karena semua orang telah paham bahwa semakin tinggi sebuah bangunan maka semakin kencang pula angin menerpa.

Agar tidak berkepanjangan, sementara tiga itu saja dulu yang dapat saya sampaikan pada kesempatan ini. Anda boleh menambahi, mengurangi, atau bahkan mengkritisi, agar tulisan ini lebih bergizi.

Salam Istimewa!







Mau Jadi Guru atau Pebisnis?

Diposkan oleh Umar Puja Kesuma, S.Pd. 24 komentar

Pertanyaan yang terdengar simpel, tapi cukup sulit juga buat saya untuk menjawabnya. Betapa tidak, sebagai guru, saya memiliki tanggung jawab besar untuk turut membangun sumber daya manusia (SDM) melalui pendidikan tanpa terbebani pamrih materi atau sejenisnya. Di sisi lain, naluri bisnis yang telah sekian lama bersemayam pada dari saya seolah terus-menerus bergelora. Mengobok-obok otak dan menarik-narik tubuh saya untuk terus menjalankan aktifitas bisnis. Sedangkan bisnis itu sendiri sarat dengan muatan materi. Mengeruk keuntungan materi sebesar-besarnya dengan modal seminimal mungkin adalah prinsip umum dalam bisnis. Tentu ini merupakan sebuah paradoks yang agaknya dilematis buat saya.

Tapi apa mau dikata, memaksakan diri untuk fokus pada satu bidang justru membuat batin saya sakit. Guru adalah profesi yang begitu saya cintai saat ini. Walaupun awalnya sempat merasa tersesat ke jalur ini --karena cita-cita saya sejak kecil adalah jadi arsitek-- tapi alhamdulillah akhirnya sekarang bisa menerima bahkan menikmati profesi ini. Saya merasa hari-hari dalam hidup ini menjadi begitu berwarna saat berkumpul bersama anak-anak didik saya. Mengajar, bergaul, dan bercanda bersama mereka adalah cerita hidup yang indah dan menyenangkan. Menangani kebandelan-kebandelan mereka justru membuat saya semakin matang dan dewasa sebagai manusia.

Sedangkan dunia bisnis bukanlah barang baru dalam kehidupan saya. Sejak SMA, disaat teman-teman lain asyik dimanjakan dengan uang subsidi orangtuanya, saya sudah mulai berani berspekulasi menjalankan bisnis. Ruang dan waktu yang membatasi saya saat itu tak sedikitpun menyurutkan nyali untuk menekuni bisnis. Bisnis buku pelajaran adalah bisnis yang sempat saya jalankan saat saya masih SMA. Tak tanggung-tanggung modal Rp 500.000,- hasil menyisihkan uang jajan dari orangtua bisa saya putar hingga menghasilkan omset bersih Rp 2.000.000,- sebuah nominal yang cukup fantastis untuk anak seusia saya saat itu. Begitupula saat menjalani masa-masa kuliah, aktivitas bisnis tetap mewarnai hidup saya. Walaupun tidak terjun langsung ke dalam bisnis praktis, tapi hasrat dan motivasinya tetap sama yaitu ingin mendapatkan uang dari usaha sendiri. Maka tenggelamlah saya ke dalam bidang kuliner selain berkuliah. Saat itu saya bekerja sebagai waiter hingga menempati posisi sebagai kasir di sebuah restoran cepat saji dengan produk makanan ala Jepang.

Dan sekarang, saat profesi guru bahkan status PNS sudah melekat pada diri saya, rupanya naluri bisnis ini tetap menyala, bahkan semakin berkobar-kobar. Bukan lantaran semata-mata gaji Guru/PNS itu kecil lalu saya mencari penghasilan lebih di luar jalur itu. Tapi sekali lagi saya katakan bahwa memilih fokus pada salah satunya hanya membuat jiwa saya seolah terpasung. Saya takut nanti malah sakit jiwa hanya gara-gara memendam rasa. Maka tidak perlu heran jika akhirnya hidup saya saat ini ibarat berjalan di dua rel yang berbeda. Namun bukan berarti saya lantas mengorbankan kualitas. Saya tetap menjaga dengan sebaik-baiknya agar keduanya saling support dan sama-sama berkualitas. Bagaimana dengan Anda?

Salam Istimewa!







Fenomena Facebook dalam Dunia Pendidikan

Diposkan oleh Umar Puja Kesuma, S.Pd. 10 komentar

“Facebook”…hmmmm…agaknya bukan nama yang asing lagi bagi pengguna ponsel dan komputer saat ini. Demam facebook sudah merajalela dan hampir merata di semua status sosial dan usia. Tidak terkecuali dalam bidang pendidikan. Dari mulai siswa, staf, dewan guru, hingga kepala sekolah tak luput dari serangan virus facebook. Facebook sudah sedemikian akrab dengan kehidupan civitas akademika. Hingga tanpa sadar batas-batas antara ranah privasi dan ranah publik menjadi kabur. Sikap hormat menghormati, unggah-ungguh, tata nilai dan norma yang biasanya melekat dengan dunia pendidikan mendadak layu. Siswa dapat dengan gampangnya menyapa dan ngobrol dengan guru atau kepala sekolahnya, seolah-olah teman mainnya. Begitu pula guru sedemikian bebasnya mengobok-obok sisi lain dari kehidupan siswanya.

Dalam pemanfatannya pun tidak jarang disalahgunakan sehingga mengganggu kegiatan belajar mengajar. Konsentrasi siswa dan guru menjadi terpecah, produktifitas kerja menurun, dan lebih parahnya lagi beberapa catatan buruk menunjukkan bahwa facebook dapat menyebabkan siswa depresi, bunuh diri, pertengkaran antara guru dan siswa, atau pornografi.

Itulah sedikit fakta akibat munculnya facebook dalam bidang pendidikan. Namun demikian bukan berarti fenomena tersebut dienyahkan begitu saja. Facebook adalah tren saat ini. Mau tidak mau, suka tidak suka kehadiran facebook tetap harus diterima di tengah-tengah kehidupan kita. Hanya saja cara peneriaan, perlakuan, dan tujuan pemanfaatannya saja yang perlu dikontrol dan dikendalikan. Karena bagaimanapun juga facebook tetap memberikan nilai positif bagi pemakainya. Misalnya untuk publikasi program sekolah, ajang bertukar ide dan pendapat antarsiswa maupun antarguru, atau pengontrolan kegiatan siswa saat diluar jam sekolah.

Salam Istimewa!







Teknik Mengajar Gado-Gado

Diposkan oleh Umar Puja Kesuma, S.Pd. 16 komentar

Teknik mengajar, metode mengajar, dan gaya mengajar adalah tiga istilah berbeda yang intinya kurang lebih sama. Yaitu cara seorang guru menyampaikan materi kepada siswa di kelas. Bagi seorang guru, penguasaan ketiganya sangatlah penting. Guru yang tidak menguasai metode dan teknik mengajar dengan baik dapat dipastikan hanya akan membuat siswa bosan. Kelas menjadi monoton dan jenuh. Bahkan kalimat-kalimat yang disampaikan hanya akan dianggap sebagai dongeng pengantar tidur. Atau sebaliknya kelas justru gaduh tak terkendali. Yang ujung-ujungnya siswa tidak dapat menyerap materi dengan baik.

Namun sayang, sejauh pengalaman saya mengajar dan mengamati rekan-rekan sesama guru yang mengajar di kelas, masih banyak diantara mereka yang tidak menguasai teknik mengajar dengan baik. Atau cenderung hanya menggunakan satu teknik mengajar saja. Walhasil siswa pun benar-benar jenuh dengan kondisi kelas yang demikian. Beberapa siswa yang sempat saya tanya mengutarakan hal tersebut. Padahal ibarat setiap hari kita makan daging, tentu bisa bosan juga kalau hanya di masak rendang saja. Jadi, walaupun setiap hari yang dimakan adalah daging tetap harus diolah dengan berbagai resep dan cara penyajian yang menarik agar tidak membosankan.

Namun demikian, pemakaian teknik mengajar harus tetap disesuaikan dengan ruang, waktu, keadaan, dan usia siswa. Tidak bisa dipukul rata begitu saja. Salah-salah siswa menjadi bingung dan tidak mengerti dangan apa yang diharapkan oleh sang guru.

Memang tidak ada jaminan kelihaian seorang guru dalam mengajar akan serta merta membuat siswa menjadi pintar. Namun setidaknya akan merangsang siswa untuk lebih antusias dalam mengikuti pelajaran. Berawal dari antusiasme itulah terbuka peluang besar bagi siswa untuk menyerap materi yang diberikan guru sebanyak-banyaknya.

Sebelum mengakhiri tulisan ini, izinkan saya menyelipkan beberapa pointer penting yang dapat memandu anda dalam menerapkan teknik dan gaya mengajar:

  • Kuasai beberapa teknik dan gaya mengajar.
  • Gunakan teknik dan gaya tersebut secara bergantian tapi tetap terencana.
  • Usahakan siswa tidak mudah menebak teknik mengajar apa yang akan anda gunakan hari itu.
  • Evaluasi hasilnya dan lakukan eksperimen baru.

Salam Istimewa!







Download Prediksi Soal UN 2010

Diposkan oleh Umar Puja Kesuma, S.Pd. 11 komentar

Halaman Download Prediksi Soal UN 2010 ini saya persembahkan kepada para pendidik maupun siswa-siswi dari jenjang SD hingga SMA yang sebentar lagi akan menempuh Ujian Nasional (UN) maupun Ujian Akhir Berskala Nasional (UASBN). Walau kita ketahui bahwa pelaksanaan UN tahun 2010 masih simpang siur pasca putusan MA tempo hari, tapi Mendiknas Moh.Nuh telah menegaskan bahwa tahun 2010 akan tetap digelar Ujian Nasional. Keputusan tersebut diambil setelah menelaah amar putusan MA yang tidak mencantumkan secara jelas mengenai pelarangan Ujian Nasional. Dengan demikian, seluruh sekolah diimbau agar tetap mempersiapkan peserta didiknya untuk mengikuti Ujian Nasional tahun depan (2010).

Menindaklanjuti imbauan tersebut, sudah jamak pihak sekolah akan sibuk mempersiapkan segala sesuatuanya jauh-jauh hari. Termasuk diantaranya adalah memberikan jam belajar tambahan kepada peserta didiknya yang berada di kelas akhir. Biasanya tiga bulan menjelang Ujian Nasional digelar, pelajaran tambahan sudah mulai dijadwalkan di masing-masing sekolah.

Melalui blog ini, kami menyuguhkan beberapa bahan berupa soal-soal prediksi Ujian Nasional yang dapat digunakan oleh para guru maupun peserta didik. Silakan di download, semoga bermanfaat!

SEKOLAH DASAR (SD)

  1. Download Soal UASBN


SEKOLAH MENENGAH PERTAMA (SMP)
  1. Download Soal Matematika 1, Soal Matematika 2, Soal Matematika 3
  2. Download Soal Bahasa Indonesia , Try Out Bahasa Indonesia
  3. Download Soal Bahasa Inggris , Try Out Bahasa Inggris
  4. Download Soal IPA
  5. Download Soal IPS
  6. Download Soal PPKN


SEKOLAH MENENGAH ATAS (SMA)
  1. Download Soal Bahasa Indonesia
  2. Download Soal Bahasa Inggris
  3. Download Soal Biologi
  4. Download Soal Matematika IPS
  5. Download Soal Ekonomi
  6. Download Soal Antropologi
  7. Download Soal Geografi
  8. Download Soal Fisika
  9. Download Soal Matematika IPA
  10. Download Soal Kimia
  11. Download Soal Tata Negara
  12. Download Soal Sosiologi
Semoga suguhan sederhana ini dapat mengantarkan para peserta didik untuk sukses dalam menempuh Ujian Nasional 2010 mendatang. Amin!


Salam Istimewa!







STATUS BG

REKOMENDASI BG

Anda Bergabung,
Pulsa Langsung
Dikirim,
MAU?



TABUNGAN EKSTRA
Anda akan sangat-sangat takjub menyaksikan tabungan Rp 200.000,- anda menjadi Rp 8.043.750,- hanya dalam waktu 6 bulan saja. Cukup menabung sekali, tidak harus promosi, tidak harus cari downline karena managemen perusahaan memiliki tim marketing handal untuk membantu pekerjaan anda. Transfer royalty sebesar 15% akan dikirim secara otomatis ke rekening anda setiap akhir bulan tanpa pernah terlambat. Tersedia juga bonus reward, bonus prestasi, bonus cash prize, dll. Member berasal dari Indonesai, Malaysia, China, dan negara-negara lain se-Asia pasifik.


FORMULA BISNIS
Hanya 3 langkah saja untuk menjadi pebisnis online yang bisa menghasilkan jutaan rupiah perbulan. Sangat direkomendaikan bagi pemula. Telah melahirkan banyak internet marketer profesional, dan tetap eksis sejak 8 tahun yang lalu (2001).


BISNIS 100 PERSEN
Menunjukkan cara yang benar dan cara yang salah dalam berbisnis internet. Komisi reseller 100% menjadi milik anda karena anda diberi hak mengelola bisnis ini. Segera join dan rasakan kenikmatan mengelola bisnis pribadi anda.


PULSAGRAM
Bisnis pulsa dengan sitem dan bonus yang sangat menarik. Harga pulsa murah, transaksi super cepat (SMS/YM), deposit bebas, pendaftaran gratis. Segera kunjungi web support kami dan bandingkan dengan sistem bisnis pulsa yang lain. Kini saya sudah menikmati passive bonus deposit ratusan ribu rupiah setiap bulan.

SURYAPROMO
Anda masih beriklan secara manual? Tinggalkan itu semua dan miliki software pengirim iklan massal ini segera. Dengan software ini iklan anda akan terkirim ke 280 lebih situs iklan secara bersamaan. Tersedia ratusan bonus ebook, script, dan software yang sangat penting untuk menunjang bisnis anda. Inilah cara beriklan dengan sangat simpel, mudah, tepat sasaran yang melahirkan banyak trafik ke seluruh website bisnis saya.

DAFTAR ISI BG