Umar Puja Kesuma, S.Pd.

Muaradua - Sumatera Selatan



BISNIS GURU adalah blog yang didedikasikan untuk kemajuan pendidikan di Indonesia dan sharing seputar dunia bisnis. Simak terus artikel-artikel menarik dari blog ini dan silakan mengambil manfaatnya.Salam Istimewa!

"Raih semua impian dan cita-citamu dengan cara paling sederhana tetapi dahsyat hasilnya, yaitu SEDEKAH"




Faktor Penyebab Biaya Sekolah Mahal

Diposkan oleh Umar Puja Kesuma, S.Pd. On 8/21/2009 03:50:00 PM

Biaya sekolah sekarang mahal!” Begitulah sekelumit kalimat pendek yang sering diucapkan ibu-ibu saat tahun ajaran baru tiba. Dan di antara mereka mungkin salah satunya adalah Anda.

Memang jika diamati, dari tahun ke tahun biaya sekolah selalu naik dan tidak pernah turun. Kenaikan biaya sekolah di beberapa tempat bahkan melebihi angka inflasi. Inilah yang terkadang membuat masyarakat sering panik dan mengeluh. Beban hidup menjadi semakin berat saja rasanya. Belum lagi kenaikan biaya-biaya hidup lainnya. Hmmm...sebenarnya ada apa sih dengan biaya pendidikan kok semakin hari semakin mahal saja. "Katanya ada program sekolah gratis, tapi kok ya tetep adaaa...saja fulus yang musti disetor ke sekolah. Untuk inilah-untuk itulah. Apa guru-guru di sekolah itu tidak pada mikir kalo apa-apa sekarang susah. Lha kok masih tega-teganya bikin tarikan inilah-bikin tarikan itulah. Bikin mumet saja!" Hohoho....kayaknya perlu distop dulu ya, kok jadinya malah ngedumel sendiri begini.

Bagini ya Bapak Ibu, bukan maksud saya untuk melakukan pembelaan nih. Tenang saja, saya berada di pihak yang netral kok. Saya kan juga tetep harus membayar biaya sekolah anak-anak saya nantinya (sekarang sih belum, hehe..). Nah, di sini saya hanya ingin menjelentrehkan beberapa hal yang selalu menjadi biang kerok dari mahalnya biaya sekolah saat ini. Walaupun tidak secara sistematis dan lengkap, paling tidak Bapak Ibu bisa mengerti apa saja biang kerok dari mahalnya biaya sekolah saat ini.

Namun sebelumnya, perlu saya tekankan dulu bahwa apa yang saya omongkan di sini tidak menyangkut sekolah bonafid lho. Namanya juga sekolah bonafid, kalo tidak mahal ya jadinya aneh, ya tho? Dan kalau Bapak Ibu sudah kadung ’menjebloskan’ putra-putrinya ke sekolah bonafid mohon dimaklumi saja, eh..maksud saya disiapkan saja anggaran lebih untuk disetor ke sekolahnya. Ibarat Anda punya mobil jaguar sayang banget kan kalo diberi minum premium, pastinya dengan senang hati Anda akan memberinya minum pertamax yang tentunya lebih mahal. Kata tetangga yang hobi koleksi jaguar sih biar mesinnya tetep alus dan tarikannya kenceng.

Oke, kembali ke laptop. Berdasarkan pengamatan saya, setidaknya ada 7 hal yang selama ini menjadi faktor penyebab mahalnya ongkos sekolah, yaitu:

Gaji Guru dan Pegawai
Untuk poin ini sepertinya tidak perlu dijelaskan panjang lebar ya. Sama dengan gaji/penghasilan profesi lainnya, gaji guru dan karyawan sekolah hampir pasti juga selalu naik setiap tahun. Walaupun terkadang naiknya tidak banyak tapi kalau dikalikan seluruh guru dan karyawan jatuhnya berat juga di anggaran. Ujung-ujungnya, tarikan ke wali murid juga ikut membengkak.

Biaya Gedung
Nah, ini dia biang kerok yang paling ganas menyedot fulus para wali murid. Biaya pembangunan/renovasi gedung yang menghabiskan ratusan juta rupiah itu biasanya menjadi tanggungan para wali murid. Kronologisnya setiap tahun ajaran baru, sekolah selalu membuat rencana pembangunan/renovasi gedung. Setelah dihitung-hitung ketemulah nominal sekian ratus juta. Katakanlah nominalnya Rp 500.000.000,- . Dari jumlah itu kemudian dibagi dengan jumlah seluruh siswa baru yang masuk, misalnya saja ada 500 siswa. Maka, setiap wali murid kebagian jatah patungan sebesar Rp 1.000.000,- . Semakin banyak siswa yang masuk maka semakin sedikit biaya patungannya, begitu pula sebaliknya.
Sebagai catatan, kronologis semacam itu berlaku untuk sekolah yang 100% mengandalkan pembiayaan dari wali murid. Di beberapa sekolah, pembiayaan gedung semacam ini biasanya juga dibantu oleh pemda, investor, atau dari hasil usaha sekolah.

Instrumen KBM
Sekolah yang baik, umumnya memiliki instrumen kegiatan belajar mengajar (KBM) yang lengkap. Maksud instrumen di sini adalah alat peraga atau pelengkap kegiatan belajar mengajar. Termasuk di antaranya laboratorium IPA, laboratorium komputer, Lapangan olahraga, kolam renang, sound sistem, VCD player, televisi, tape recorder, handycam, dll. Pengadaan instrumen semacam ini tidak jarang juga dibebankan oleh sekolah kepada wali murid.

Seragam Sekolah
Belum dianggap sekolah kalau tidak memakai seragam. Kalaupun ada sekolah yang tidak mewajibkan siswanya berseragam, paling-paling home scholling dan sekolah kejar paket. Untuk siswa yang reguler, seragam sudah menjadi kewajiban. Hampir tiap tahun orang tua mengeluarkan anggaran ekstra untuk pengadaan seragam sekolah anak-anaknya. Terlebih lagi kalau pertumbuhan fisik anaknya sangat pesat bisa-bisa tiap semester harus membeli seragam baru. Dan biasanya, sekolah tidak menerapkan satu stel saja tetapi tiga stel dengan motif dan warna yang berbeda-beda untuk dipakai selama seminggu. Ditambah lagi dengan satu stel seragam olahraga.
Wali murid pun terkadang tidak leluasa untuk membeli bahan seragam dari luar. Artinya, mau tidak mau mereka harus membeli bahan seragam dari sekolah yang harganya jauh lebih mahal daripada beli di luar sekolah. Kenapa seperti itu? Anda pasti bisa menebak, ada motif memanfaatkan kesempatan untuk mengeruk keuntungan dari segelintir orang di sekolah.

Buku Pelajaran
Setali tiga uang dengan seragam sekolah, buku-buku pelajaran pun hampir setiap tahun berganti-ganti. Bukan karena buku yang lama tidak bagus, tapi kembali pada memanfaatkan kesempatan untuk meraih keuntungan sebanyak-banyaknya. Karena iming-iming bonus yang besar dari pihak penerbit buku, sekolah pun memaksakan siswanya membeli buku tertentu. Buku-buku yang ditentukan pun biasanya tidak ada di toko buku, kalau pun ada siswa tetap tidak diperbolehkan membeli buku di luar. Kalau nekad, bisa menjadi masalah dikemudian hari. Entah itu dikucilkan, tidak diperhatikan kebutuhannya oleh sekolah, dll.
Lho, sekarang kan sudah ada buku BSE (Buku Sekolah Elekronik) yang bisa didownload secara gratis di internet. Halaahhh...kenyataannya banyak sekolah yang tidak tertarik memakai buku-buku rekomendasi Depdiknas (BSE). Alasannya, tidak ada internetlah, repot downloadnyalah, repot cetaknyalah, dll. Padahal sebenarnya hanya alibi saja agar bisa menjual buku dari penerbit dengan harapan mendapat untung dan bonus besar dari penerbit. Sekedar diketahui saja, penerbit tidak segan memberi bonus sepeda motor, televisi, kulkas, komputer, atau beberapa laptop secara cuma-cuma jika target penjualan buku di sekolah tertentu terpenuhi.

Daftar Ulang
Hmmm...sekilas terdengar agak janggal. Wong sudah terdaftar kok masih harus daftar ulang. Tapi begitulah faktanya. Sekolah mewajibkan setiap siswanya melakukan daftar ulang saat pergantian tahun ajaran atau kenaikan kelas. Sebenarnya tidak ada hal yang sangat penting mengenai proses daftar ulang ini selain motif mencari dana segar. Sekolah sengaja membuat pos-pos daftar pengeluaran selama setahun yang seringkali hanya sekedar rekayasa saja. Karena sebenarnya pos-pos itu sudah dibiayai oleh SPP bulanan. Namun, wali murid sering tidak menyadari hal itu dan kebanyakan tidak mau tahu. Pokoknya bayar, bayar, bayar tanpa pernah meneliti untuk apa saja dana yang sudah disetorkannya tersebut.

Program Sekolah
Poin terakhir ini memang sifatnya temporer. Terkadang ada terkadang tidak. Tapi sekali diadakan, maka dapat dipastikan akan menelan anggaran yang lumayan besar. Program-program seperti ini umumnya tidak terkait langsung dengan proses belajar mengajar. Alih-alih ingin rekreasi pihak sekolah mewajibkan siswanya mengikuti kegiatan study tour. Selain itu ada juga perkemahan, kegiatan ekstrakurikuler, ldks, studi banding, praktek lapangan, kegiatan keagamaan, dll.

Itulah beberapa hal yang menyebabkan pembiayaan sekolah semakin hari terasa semakin mahal saja. Namun karena masing-masing sekolah memiliki program dan kebijakan yang berbeda, bisa saja ada yang lebih dari itu atau bahkan kurang.

Sekarang kembali kepada Anda, sudahkah anda menyiapkan dana pendidikan untuk anak-anak Anda? Sekali lagi saya mengingatkan bahwa biaya pendidikan akan selalu naik setiap tahun. Ada baiknya anda menyiapkannya jauh-jauh hari atau paling tidak sudah merencanakannya dengan matang. Lebih baik sedia payung sebelum hujan. Karena hujan itu sudah pasti, maka mulai sekarang Anda harus segera menyiapkan payungnya. Bukan begitu?


Salam Istimewa!









11 Response to "Faktor Penyebab Biaya Sekolah Mahal"

  1. BBB Said,

    Yang jelas saat ini menteri Bambang sudibyo, sedang bingung menjawab paertanyaan tentang sekolah gratis..., Mungkin menurut beliau sekolah gratis yang sering diiklankan di tv2 itu hanya sekolah gratis versi pemerintah. sedangkan sekolah gratis versi masyarakat/guru ternyata beda. kesimpulannya, menurut saya kayaknya sekolah gratis benar2 sulit dilaksanakan di lapangan/sekolah. Betul begitu pak Umar???

     

  2. zam Said,

    Nggak kebayang berapa duit nanti untuk anak2ku yang ingin sekolah .. Sekarang aja udah pada kelimpungan.. Tapi kadang memang kualitas berbanding lurus dengan biaya walau tidak selau begitu..
    KEsimpulanya bagi kaum yang lemah mungkin sekolah tinggi hanya impia bahkan khayalan semu.. bagaimana MAs Umar

     

  3. yap... mulai terasa oleh saya mas...
    keponakan mas umar sekarang udah sekolah di paud lho... kapan2 maen ke rumah ya

     

  4. Salam Pak Guru Umar Putra Jawa Kelahiran Sumatera (Pujakesuma)he2...terkait posting pak guru kali ini, saya ada pertanyaan, so SEKOLAH GRATIS mungkinkah???? atau sekadar kampanye pihak tertentu aja supaya goal tujuannnya??? wehehehehe...Salam hormat...Hidup Indonesia dan Selamat berpuasa...:D

     

  5. ups maaf pak guru, ada yang kurang...maksud saya ataukah sekolah gratis hanya kampanye pihak tertentu aja agar goal tujuannya tercapai...gitu...salam hangat pak guru... :P

     

  6. @ BBB
    Persepsi mengenai sekolah gratis memang tidak sama antara pemerintah, pelaku pendidikan di lapangan, serta masyarakat. Masyarakat mungkin menganggap gratis untuk semuanya. Bisa diistilahkan sekolah modal dengkul. Padahal yang gratis mungkin hanya SPP saja, sedangkan untuk seragam, buku, dan biaya-biaya lain tetap harus bayar.

    @ Zam
    Menurut saya tinggal niat dan perencanaan kita saja Mas. Bukan mustahil anak kita bisa bersekolah setinggi-tingginya jika niat kita kuat dan direncanakan sebaik-baiknya.
    Yang perlu dikongkretkan mungkin hanya pada definisi kaum lemah itu sendiri.Thanks

    @ Dadang Firdaos
    Hmmm...senengnya denger kabar bahagian ini. Tentu tambah sibuk aja nih uminya di rumah.
    Jika Allah mengizinkan, saya juga pengen Mas main ke rumah.

    @ Allfred
    Hehehe...mas Alfred tahu aja nih kepanjangan nama saya. Jadi malu, hihihi...
    Realitanya memang ada sekolah gratis Mas, namun tidak merata di seluruh provinsi. Hal itu karena sebagian provinsi memang belum siap dengan program ini. Di tempat saya Sumatera Selatan sekolah gratis sudah berlaku mulai jenjang SD hingga SMA. Namun sebagaimana yang saya kemukakan sebelumnya, yang dimaksud gratis tidak seluruhnya, mungkin hanya SPP saja, lainnya tetap bayar.
    Mengenai kaitannya dengan tendensi politik, pasti adalah Mas. Itu sih urusan yang di atas. Yang penting kebijakan itu pro rakyat dan membawa kemaslahatan masyarakat banyak, why not?
    Salam Istimewa!

     

  7. Ricky Said,

    Membaca artikel diatas,saya baru menyadari ternyata pos-os yang harus ditutupmemang menyebabkan peningkatan biaya ya mas...Tapi bila kita mau maju, memang itulah harga untuk sebuah kualitas.
    Nice article mas umar.

    Selamat menunaikan ibadah puasa 1430 H,mohon maaf lahir dan batin :)

     

  8. nice post mas Umar benar banget pendidikan sekarang sudah sangat identik dengan adagium yg mengatakan bahwa "orang miskin dilarang sekolah" karena kian hari biaya pendidikan kian tak terjangkau oleh kalangan bawah.

    Perlu kesadaran dan kedewasaan dari pemerintah dalam menyikapi hal ini secara bijak dan nertanggung jawab!

     

  9. wellsen Said,

    wah..wah..
    masalah biaya memang selalu bikin kita pusing..
    Jangan-jangan bila sudah jadi orang tua nanti, saya juga bakal protes tentang biaya sekolah :)

    Setidaknya biaya yang mahal itu harus diimbangi dengan kualitas pengajaran sekolah la..Jadi kita ikhlas bayarnya.. hehe

    dan semoga masalah biaya pendidikan bisa menjadi perhatian utama pemerintahan yang baru ini.. Moga aja :)


    Oh ya, selamat menunaikan ibadah puasa, pak :)

     

  10. fadly muin Said,

    hmm... sekolah mahal? tergantung dimana posisi kita saat ini. kalau berkecukupan rasanya sekolah dengan biaya tinggi bukan masalah. tapi tidak bagi yg kekurangan.

    Solusinya : tingkatkan income, itu saja kok.

    saya malah melihat bisnis pendidikan semakin terbuka lebar.

     

  11. JANGAN MENYERAH
    Mari Membeli Masa Depan


    Banyak sekali diantara kita semua yang terjebak dalam lubang pengangguran.
    Menyedihkan memang ketika kita berulang kali keluar masuk dari satu perusahaan keperusahaan lain namun hasilnya tepap sama,DITOLAK!!!.
    Mungkin juga diantara kita berfikir kenapa untuk menempuh jenjang pendidikan yang tinggi membutuhkan biaya yang tidak sedikit,bahkan cenderung makin menjerat.
    Sedangkan untuk memperolah pekerjaan yang layak baik di instansi pemerintah maupun perusahaan swasta selalu disyaratkan: MINIMAL D3 atau S1.
    Salah siapa?!
    Apakah anda ingin berubah?
    Atau ingin selalu dijajah?


    ANDA BUTUH IJAZAH UNTUK MELAMAR KERJA/MELANJUTKAN KULIAH/KENAIKAN JABATAN?!?!

    -SMU:3.000.000
    -D3:6.000.000
    -S1:8.000.000

    * AMAN, LEGAL, TERDAFTAR DIKOPERTIS, BISA UNTUK MASUK(PNS, TNI, POLRI).

    JUGA MELAYANI PEMBUATAN SURAT SURAT PENTING SEPERTI:SIM, STNK, KTP, REKENING BANK, SURAT TANAH, AKTE KELAHIRAN.BPKB, N1, SURAT NIKAH, DLL.

    SYARAT:KTP/SIM,FOTO BERWARNA DAN HITAM PUTIH,UNIVERSITAS YANG DITUJU,IPK YANG DIMINTA(MAX 3,50),TAHUN KELULUSAN YANG DIMINTA,ALAMAT PENGIRIMAN YANG DIMINTA.KIRIM KE:arief_gagah@yahoo.com

    BERMINAT?

    HUB: 085736927001.

    (HANYA UNTUK YANG SERIUS SAJA)

    Nb:Semua manusia berhak meiliki pekerjaan dan pendidikan yang layak,entah dari kalangan atas,menengah dan bawah.Maka dari itu kami ada untuk anda yang mebutuhkan ijazah atau surat-surat penting lainnya.


    TERIMAKASIH

     

Poskan Komentar

STATUS BG

DAFTAR ISI BG