
Akhir-akhir ini terjadi euforia yang luar biasa dalam perbisnisan e-book di dunia maya. Forum-forum dan milis yang membahas seputar bisnis online tidak lepas dari euforia ini. Begitu pula dengan iklan-iklan dan konten-konten blog. Bisnis baru yang bermunculan pun rata-rata melouching e-book sebagai komoditas dagangan. Tidak lupa berbagai macam e-book disediakan cuma-cuma sebagai bonus kepada para customernya.
Sungguh sebuah fenomena positif yang sangat mengesankan jika becermin pada budaya bangsa ini. Bangsa yang terkenal sangat malas membaca. Yang lebih senang menghamburkan uang untuk membeli makanan mahal daripada buku murah. Yang lebih respek lengan tontonan daripada bacaan. Namun sayang, sekelompok orang dengan sengaja menjejalkan istilah ”e-book sampah” di tengah-tengah euforia ini. Entah apa motif sesungguhnya dari penyebutan ini, yang jelas efek negatif dengan sekejap terpatri dalam benak pembaca manakala mendengar istilah ”e-book sampah”.
Bermula dari Kata ”sampah”
Dalam Kamus Lengkap Bahasa Indonesia karya Drs. Ahmad A.K. Muda, kata ”sampah” berarti: barang atau sesuatu yang tidak dipakai lagi sehingga dibuang; kotoran seperti kertas, plastik, daun, dsb; keadaan hina; dan tercela. Jika merunut dari makna asalnya, maka kata ”sampah” hampir semuanya memiliki konotasi negatif. Nah, dalam kaidah pembentukan kata, apabila ada satu kata negatif dilekatkan pada kata yang lain maka kata yang lain tersebut akan langsung tersifati. Inilah yang sekarang berlaku pada frase ”e-book sampah”.
Tapi kemajuan teknologi membawa angin segar bagi sampah. Hampir semua sampah saat ini bisa dimanfaatkan. Bahkan beberapa sampah bisa dimodifikasi sedemikian rupa sehingga menjadi produk baru yang berkualitas dan bernilai jual tinggi. Jika ini bisa diterima di dunia nyata, kenapa tidak untuk di dunia maya? Bukankah tidak ada ilmu yang seratus persen baru saat ini? Rata-rata adalah ilmu lama yang turun-temurun yang direnovasi dan dimodifikasi saja.
Potret Buram Bisnis E-Book
E-book tak ubahnya buku cetak yang biasa anda beli di toko buku (Lebih jelasnya baca di sini). Umumnya berisi informasi yang bermanfaat berupa metode dan tips-tips tertentu. E-book disusun sedemikian rupa untuk kemudian dipublikasikan melalui internet. Setidaknya ada dua motif pembuatan dan pemublikasian e-book di internet, yaitu: (1) untuk dijual (2) untuk bonus gratis.
E-book yang dijual biasanya lebih mahal daripada buku cetak. Mengapa begitu? Silakan cari di sini. Sistem penjualan pun bermacam-macam. Salah satunya adalah dengan sistem reseller. Sistem ini kebanyakan lebih disenangi karena dapat menggenjot omzet penjualan berlipat-lipat melalui promosi para membernya. Contohnya dalam Formula Bisnis.
Konsumen e-book sangat heterogen. Bermacam-macam latar belakang, motivasi, dan tingkat intelektual. Inilah yang kemudian menyebabkan persepsi terhadap e-book terbelah menjadi dua. Yaitu konsumen yang puas dan konsumen yang tidak puas. Mereka yang puas merasakan betul manfaat dari e-book tersebut, sedangkan yang tidak puas melampiaskannya dengan berbagai cara. Salah satunya adalah menebarkan isu bahwa ia telah membeli e-book sampah.
Belum lagi ditambah persaingan bisnis e-book yang sedemikian ketat. Beberapa pebisnis melakukan kampanye negatif terhadap e-book lain dengan tujuan agar konsumen berbondong-bondong berpaling membeli e-booknya. Tidak adanya regulasi yang jelas dan keengganan pebisnis e-book untuk mematenkan karyanya menyebabkan kampanye ini semakin meluas.
Bahkan beberapa oknum melakukan tindakan sangat tidak terpuji dengan membeli e-book rival bisnisnya untuk kemudian diobral di mana-mana. Atau yang lebih sadis adalah dengan membajak hampir semua e-book yang diperjualbelikan untuk sekali lagi diobral dengan embel-embel penyebutan e-book sampah.
Tapi apa lacur, gempuran-gempuran negatif tersebut tidak serta-merta membuat bisnis ini gulung tikar. Bahkan semakin hari semakin bersinar saja. Terbukti semakin banyak pelaku bisnis yang terjun ke bisnis penjualan e-book. Para pemula pun semakin semangat berlomba memproduksi e-book untuk menjajal peruntungannya di bisnis ini. Entah, bagaimana kisah para pelaku bisnis e-book ini selanjutnya. Kita tunggu saja hasilnya!
Salam Istimewa!